Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS)


 

Teknologi informasi saat ini semakin berkembang.Berkembangnya teknologi membuat pemanfaatan teknologi semakin berkembang juga, salah satunya sistem Informasi Geografis.Sistem Informasi georafis adalah suatu sistem informasi yang berbasis komputer untuk menyimpan, mengelola, menganalisis serta memanggil data berefensi geografis.Sistem Informasi Geografis ini juga biasa dikenal dengan nama SIG atau GIS.Teknologi ini digunakan oleh para keperluan penyelidikan ilmiah, perencanaan pembangunan, dan tata guna lahan, pengelolaan sumber daya alam, perencanaan pembangunan, kartografi, perencanaan rute, pengelola informasi Kesehatan dan lain sebagainya.Manfaat teknologi ini juga memberikan kemudahan kepada para pengguna atau para pengambil keputusan untuk menentukan kebijaksanaan yang akan diambil, yang berkaitan dengan keruangan (spasial).

Sejarah Sistem Informasi Geografis (SIG)

Sitem Informasi Geografis ini ditemukan oleh seorang ahli geografis yang Bernama Roger Tomlinson.Pada tahun 1963, Tomlinson berhasil membangun Sistem Informasi Geografis kanada yang merupakan SIG terkomputerisasi pertama di dunia.Lalu, pemerintah meminta Tomlinson untuk membuat inveritarisasi sumber daya alamnya yang dapat dikelola.Tomlinson menerimanya dan ia menggabungkan data sumber daya alam dari semua provinsi di kanada.Ia pun menciptakan desain komputasi otomatis untuk menyimpan dan memproses data dalam jumlah besar, sehingga memungkan kanada untuk megelola lahan secara nasional.

Setelah penemuan tersebut, pada tahun 1964 akademis Universitas Northwestern, Howard Fisher berinovasi  menciptakan salah satu program perangkat lunak atau software.Program komputer ini digunakan untuk pemetaan yang paling awal muncul. Software ini diberi nama “SYMAP”.Setelah berlansung selama satu tahun, tahun 1965 Fisher juga menjadikan Laboratorium Harvard untuk pengembangan Grafika Komputer sekaligus menjadi pusat penelitian untuk analisis dan visualisasi data spesial.Di laboratorium inilah banyak bermunculan software generasi pertama.

Komponen Sistem Informasi Geografis (SIG)

Berikut ini komponen-komponen yang terkait dengan SIG, yaitu ;

a)    Perangkat Keras (Hardware)

Perangkat keras ini merupakan perlengkapan untuk mendukung kerja SIG.Perangkat keras ini terdiri dari seperangkat komputer.Bagian yang ada pada perangkat keras, yaitu ;

·         CPU (Central Processing Unit), yaitu perangkat utama komputer yang berfungsi untuk pemrosesan intruksi dan program.

·         VDU (Visual Display Unit), yaitu layar monitor yang berfungsi untuk menampilkan hasil pemrosesan CPU.

·         Disk drive, yaitu bagian dari CPU yang berfungsi untuk menghidupkan suatu program.

·         Tape drive, yaitu bagian dari CPU yang berfungsi untuk menyimpan data hasil pemrosesan.

·         Digitzer, yaitu alat yang berfungsi mengubah data teristris menjadi data digital (digitasi).

·         Printer, yaitu alat yang berfungsi mencetak data maupun peta dalam ukuran relative kecil.

·         Plotter, yaitu alat yang fungsinya hampir sama dengan printer, namun ukuran yang dicetak lebih lebar. 

b)    Perangkat lunak (Software)

Perangkat lunak ini merupakan program-program yang mendukung kerja sistem ini, seperti input data, proses data, dan ouput data.Beberapa contohnya adalah Mapinfo, Arcview, R2V, Arcinfo ,dan lain sebagainya.

c)    Manusia (User/Brainware)

Manusia merupakan pengguna SIG yang bertugas menjadi pelaksana proses pengumpulan.Dimana manusia yang mengolah data dari lapan, yang selanjutnya diproses atau digitalisasi pada sistem SIG.Sehingga menghasilkan data atau info untuk keperluan yang dibutuhkan.

Tahapan Kerja (SIG)

Tahapan kerja pada sistem Informasi geografis ini terbagi atas 3 yaitu ;

1.    Tahapan masukan (Input)

Pada tahap ini terdiri dari sumber data dan proses memasukkan data.

v  Sumber data

Data yang akan dinputkan bersumber dari ;

-       Data pengindaran jauh, yaitu berupa citra.pada citra ini dapat berupa foto maupun nonfoto.Sumber data yang sudah berupa digital seperti citra satelit maka dapat digunakan secara lansung.Namun, sumber data berupa udara maka perlu diolah lalu disajikan dalam bentuk peta.

-       Data teritris/ lapangan, yaitu data yang diporelah lansung dari pengukuran lapangan, seperti pH tanah, salinitas air, curah hujan, dan persebaran penduduk. Data ini dapat disajikan dalam bentuk peta, tabel, grafik, atau hasil perhitungan saja.

-       Data Peta atau data yang sudah dalam bentuk peta siap digunakan dalam SIG melalui komputerisasi. Kemudian dikonversikan ke dalam bentuk digital. 

v  Pemasukan data

Berikut ini jenis data yang diinput dalam SIG yaitu ;

-       Data spasial, yaitu memasukkan data spasial ke dalam SIG dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu digitasi dan penyiaman (scanning).

-       Data atribut, yaitu suatu objek dapat berupa data kualitatif dan data kuantitatif.

2.    Tahapan pemrosesan data

Pada tahapan ini data mencakup manipulasi dan analisis, seperti membuat basis data baru, menghapus basis data, mengedit data, mengisi data dan menyisipkan data ke dalam tabel.

3.    Tahapan keluaran (ouput)

Pada tahap ini akan berupa penyajian data yang berfungsi untuk menayangkan informasi atau hasil analisis data SIG.Ouput ini berupa peta, tabel, grafik, bagan, hingga hasil perhitungan.Melalui hasil ini, pengguna dapat melakukan analisis terhadap informasi sebagai bahan dalam membuat perancanaan maupun pengambilan kebijakan.

Analisis Data Sistem Informasi Geografis

Dalam menganalis data SIG ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu ;

v  Analisis klarifikasi, adalah suatu proses mengelompokkan data keruangan (spasial).Contohnya klafikasi pola tata guna lahan untuk pemukiman, pertanian, perkebunan ,atau hutan berdasarkan analisis data.

v  Analisis overlay, adalah proses menganalisis data dengan cara mengintegrasikan dua atau lebih data keruangan data yang berbeda.Contohnya analisis daerah rawan erosi dengan menggabungkan data ketinggian, jenis tanah dan kadar air.

v  Analisis networking, adalah proses menganalisis jaringan yang terdiri dari garis-garis dan titik-titik yang saling terhubung.Contohnya sistem jaringan telepon, kabel listrik, pipa minyak atau gas, pipa air minum, hingga saluran pembuangan.

v  Analisis buffering, adalah proses menganalisis yang menghasilkan penyangga berbetuk lingkaran atau polygon yang meliputi suatu objek sebagai pusatnya.Melalui ini kita dapat mengetahui berapa parameter objek dan luas wilayah.

v  Analisis tiga demensi, adalah proses analisis yang digunakan untuk memudahkan pemahaman, karena data yang divisualisasikan dalam bentuk tiga demensi.Contohnya daerah yang terkena bencana alam.

Penggunaan Sistem Informasi (SIG)



Salah satu penggunaan SIG yang dapat ditemukan pada saat ini adalah pemetaan seberan covid-19.Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh SARS-CoV-2.Penyebaran penyakit Covid-19 ini sangat cepat, hingga menyebabkan kematian dalam jumlah besar.Untuk itu, dibentuk  tim gabungan ahli dan peneliti Universitas Indonesia yang membuat peta daring(Portal WebGIS), yang diberi nama SiCovid-19.Portal ini, memberikan informasi penyebaran lokasi pasien yang positif covid-19, Orang Dalam Pengawasan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).Bahkan, peta ini juga mampu menggambarkan daerah berdasarkan tig akelas yaitu rawan rendah, sedang dan tinggi.

Sistem kerja portal ini adalah memberikan gambaran zona wilayah berdasarkan kerawanan penularan Covid-9, hingga jarak para pasien dengan fasilitas Kesehatan.Tidak hanya itu, sejumlah parameter yang diperhitungkan di dalam Peta WebGIS diantaranya, kepadatan jumlah penderita dalam luas wilayah tertentu; kepadatan penduduk masing-masing daerah, dan; kepadatan sistem transportasi (stasiun kereta api, halte bus, terminal, dan lainnya).Melalui ini portal, akan mempermudah para tenaga Kesehatan atau nakes dalam menangani masyarakat yang terkena covid.Tidak hanya itu, portal ini juga dapat diakses oleh masyarakat atau publik agar lebih berhati-hati dalam melakukan pekerjaan di luar rumah.


sumber :

https://tirto.id/contoh-sistem-informasi-geografis-komponen-sig-tahapan-kerjanya-gj8h 

https://akupintar.id/info-pintar/-/blogs/sistem-informasi-geografis-sig-pengertian-komponen-analisis-dan-fungsi

https://sicovid19-geography-ui.hub.arcgis.com/

https://media.neliti.com/media/publications/151176-ID-sistem-informasi-geografis-sig-menentuka.pdf




Komentar

Postingan populer dari blog ini

ERP (Enterprise Resource Planning)

METAVERSE

Ilmu Budaya Dasar