Ilmu Budaya Dasar

         Harapan berasal dari kata harap yang memiliki arti keinginan supaya terjadi.Jadi, harapan adalah sesuatu yang diinginkan dapat terjadi, sehingga harapan menyangkut masa depan.Harapan sesuai keyakinan atau kepercayaan, baik kepercayaan kepada diri sendiri maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa.Dimana dalam mencapai harapan harus ada usaha yang dilakukan dan doa sebagai sarana terkabulnya harapan.Pada dasarnya, harapan dan cita-cita memilki persamaan, yaitu sama-sama menyangkut masa depan.Dimana masa depan ini belum terwujud sehingga manusia mengharapkan harapan untuk menggapai cita-citanya.Tidak hanya itu, dengan adanya harapan dan cita-cita akan membuat manusia menginginkan yang lebih dan meningkakan dirinya.Manusia mempunyai harapan karena memiliki sebab-sebab, yaitu ;

1. Dorongan kodrat 

    Kodrat ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan, seperti menangis gembira, berpikir, berjalan, berkata, mempunyai keturunan dan lain sebagainya.Sedangkan dorongan kodrat yang ingin manusia miliki adalah menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya.Makhluk hidup memiliki harapan, begitu juga halnya dengan tumbuhan dan hewan. Contoh tumbuhan dan hewan memiliki harapan untuk berkembang dan makan.Namun, yang membdedakan mereka adalah manusia diberi akal dan kehendak.Sehingga dalam hal itu, manusia dapat memilih mana yang baik dan buruk, benar dan salah.Tidak hanya itu, manusia juga memiliki sifat dan kodrat.Dengan kodrat ini manusia dapat bergaul, dan hidup Bersama dengan manusia lainnya.

2. Dorongan kebutuhan hidup.

    Manusia membutuhkan kebutuhan hidup, dimana kebutuhan hidup ini terbagi atas 2 yaitu;

- Kebutuhan jasmani, kebutuhan yang berkaitan dapat dirasakan oleh fisik.Seperti makan, minum, pakaian, rumah, (sandang, pangan, dan papan), ketenangan, hiburan dan keberhasilan.

- Kebutuhan rohani, kebutuhan yang berkaitan dengan psikologis manusia.Seperti beribadah.

Dalam mencapai kebutuhan ini, manusia harus melakukan kerja keras dan kerja sama dengan orang lain, karena kemampuan manusia sangat terbatas dan membutuhkan bantuan orang lain, baik berupa bantuan fisik/jasmaniah maupun kemampuan berpikir.

        Adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka adanya harapan untuk manusia.Dimana harapan adalah keinginan unutk memenuhi kebutuhan hidupnya.Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia, yaitu:

a) Kelansungan hidup (survival), untuk melansungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang, pangan dan papan.Kebutuhan ini ada sejak lahir, sehingga untuk mencukupinya manusia telah belajar dan kecil.Dimana dalam memperolehnya manusia perlu kerja keras, sehingga harapan akan terpenuhi.

b) Keamanan (safety), setiap orang membutuhkan keamanan dan ini dimulai sejak lahir dengan meminta perlindungan.Sehingga dalam memperoleh rasa aman ini tidak hanya diwujudkan dalam perlindungan yang terlihat namun dapat berupa moril.Keyakinan kita kepada tuhan dan meminta perlindungan maka telah memberikan keamanan yang diharapkan.

c) Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love), setiap manusia mempunya harapan untuk mencintai dan dicintai.Ini dimulai dari lahir cinta dari orang tua.Kemudian mulai beranjak dewasa hingga mereka menemukan cintanya sendiri.

d) Diakui lingkungan (status), status sangat penting karena melekat harga diri seseorang.Setiap orang memiliki status, sehingga ia dapat mengetahui jati dirinya, contoh status keberadaanya, status dalam keluarga, status dalam masyarakat dan status dalam negara.

e) Perwujudan cita-cita (self actualization), setelah diakui keberadaannya, manusia ingin diakui sesuai dengan keahlian atau pangkat atau profesinya.Sehingga manusia mengembangkan bakat atau kepandaiannya agar diterima dan diakui oleh masyarakat.

        

        Doa adalah ungkapan iman yang didasari dengan rendah hati.Doa adalah inti ibadah yang mendalam.Dalam Bahasa Arab doa memiliki arti yaitu permintaan atau permohonan.Menurut Bahasa, doa adalah ungkapan permintaan dan permohanan.Sedangkan menurut istilah, doa adalah penyerahan diri kepada Allah SWT dalam memohon keinginan dan meminta dihindarkan dari hal yang dibenci.Sehingga doa berarti ibadah.Terdapat macam-macam doa, yaitu :

1) Ibadah, terdapat dalam surat (yunus:106) yang berbunyi “Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak memberi madharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat demikian maka, kamu termasuk orang-orang yang zhalim”.

2) Perkataan atau Keluhan, terdapat dalam surat (al Anbiya: 15) yang berbunyi” Maka tetaplah demikian keluhan mereka, sehingga kami jadikan mereka sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi”.

3) Panggilan atau seruan, terdapat dalam surat (Ar-rum :52) yang berbunyi “Maka kamu tidak akan sanggup menjadikan orang-orang yang mati itu dapat mendengar, dan menjadikan orang-orang yang tuli dapat mendengar seruan, apabila mereka itu berpaling ke belakang”.

4) Meminta pertolongan, terdapat dalam surat (Al-Baqarah:23) yang berbunyi“Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang at Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad) buatlah satu surat yang semisal at Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. 

5) Permohonan, terdapat dalam surat .” (al Mukmin: 49) yang berbunyi” Dan orang-orang yang berada dalam neraka berkata kepada penjagapenjaga jahannam: “Mohonkanlah kepada Tuhanmu supaya Dia meringankan azab dari kami barang sehari”.

        

        Kepercayaan berasal dari kata percaya, yang artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran.Kepercayaan berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar.Setiap manusia memiliki hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri sehingga adanya hak unutk beragama menurut keyakinan.Di dalam agama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama, sesuai dengan keyakinannya masing-masing. Maka dasar dari kepercayaan adalah kebenaran.Kebenaran merupakan kunci kebahagian manusia, sehingga manusia berusaha untuk mencari, mempertahankan dan memperjuangkan kebenaran.

Dr.Yuyun Suriasumantri memberikan pendapatnya tentang teori kebenaran.Teori ini terdapat dalam bukunya yang berjudul “Filsafat Ilmu”.Berikut ini tiga teori kebenaran yaitu:

1. Teori koherensi atau konsistensi  

Yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koherensi atau konsistensi dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

Contoh : Setiap manusia akan mati.Paul adalah manusia, maka paul akan mati.

2. Teori korespondensi 

Yaitu suatu pernyataan benar bila materi yang terkandung berhubungan (berkorenponden) dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut.

Contoh : Jakarta itu ibukota republic Indonesia.

3. Teori pragmatis

Yaitu suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

Kepercayaan dapat dibedakan atas :

a. Kepercayaan kepada diri sendiri, mengganggap dirinya tidak salah, dirinya menang, dan mampu mengerjakan apa yang diserahkan atau yang dipercayakan kepadanya.Percaya diri sendiri ini pada hakekatnya juga percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b. Kepercayaan kepada orang lain, percaya kepada kata hatinya, perbuatan yang sesuai dengan kata hatinya, dan terhadap kebenaran.Percaya kepada orang lain ini dapat percaya kepada saudara, orang tua, guru dan siapa saja.

c. Kepercayaan kepada pemerintah, percaya akan aturan, kedaulatan, protokol yang ditetapkan baik berupa teori atau pandangan teokratis ataupun demokratis negara.Dimana negara dan pemerintah merupakan ciptaan Tuhan.

d. Kepercayaan kepada Tuhan, percaya, meyakini dan mengakui keberadaan Tuhan, dimana Tuhan yang menciptakan manusia.Sehingga manusia wajib mengakui atau mempercayai akan adanya zat yang maha tinggi sesuai dengan keyakinan mereka masing-masing.

        Meningkatkan rasa kepercayaan kepada Tuhan yang Maha Kuasa dapat dilakukan dengan usaha-usaha berikut ini :

Meningkatkan ketaqwaan kita dengan cara meningkatkan ibadah.

Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.

Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengancara suka menolong, dermawan, dan         lain sebagainya.

Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan

Menekan perasaan negative seperti dengki, fitnah dan lain-lain.


 http://abduladjisnasamalik.blogspot.com/2015/05/apa-itu-harapan-dan-cita-cita.html

https://bimarb.wordpress.com/2016/05/23/manusia-dan-harapan-ilmu-budaya-dasar-12/

https://news.detik.com/berita/d-5523547/doa-adalah-inti-ibadah-berikut-dalilnya

https://hermilarizkitiaradefi.wordpress.com/2016/12/15/persamaan-harapan-dan-cita-cita/

https://brainly.co.id/tugas/14872859









Komentar

Postingan populer dari blog ini

ERP (Enterprise Resource Planning)

METAVERSE

Ilmu Budaya Dasar